Dr. Abi H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn., selaku Ketua Umum PPAI serta Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia Pimpin Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes Amerika Serikat

Jakarta_Di tengah teriknya matahari pagi Jakarta, Ahad 4 Mei 2025, lebih dari seribu pemuda penghafal Al-Qur’an dari seluruh Indonesia berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Aksi damai bertajuk “Pecinta Al-Qur’an Bela Palestina Merdeka” ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPAI), Dr. Abi H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn.

Dengan penuh semangat dan ketegasan, Dr. Abi H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn menyampaikan orasi kebangsaan yang menggugah kesadaran para pemuda muslim untuk tidak tinggal diam terhadap penderitaan rakyat Palestina. Beliau menegaskan bahwa pemuda penghafal Al-Qur’an adalah bagian dari barisan terdepan dalam membela keadilan, kemanusiaan, dan kehormatan umat Islam di tanah suci Palestina.

“Pecinta Al-Qur’an tidak akan pernah diam terhadap kedzaliman. Palestina adalah simbol perlawanan umat terhadap kezaliman dunia. Dan kita, para huffazh, memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk memperjuangkannya,” tegas Abi Jhon dalam orasinya yang disambut takbir dan pekikan semangat peserta aksi.

PPAI tidak hanya menjadi wadah kaderisasi pemuda penghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi kekuatan moral yang aktif menyuarakan isu-isu kemanusiaan dan keummatan. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa cinta Al-Qur’an tidak bisa dipisahkan dari kepedulian terhadap nasib umat Islam di berbagai belahan dunia.

Kegiatan aksi berlangsung damai dan tertib, diisi dengan tilawah Al-Qur’an, doa bersama, serta seruan boikot terhadap produk-produk yang mendukung penjajahan. Spanduk dan poster yang dibentangkan menggambarkan semangat solidaritas dan keberpihakan terhadap rakyat Palestina yang tertindas.

Dr. Abi H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn juga mengajak seluruh umat Islam, khususnya generasi muda, untuk bersatu dan terus menyalakan semangat pembebasan Al-Aqsha.

“Saatnya umat Islam bersatu. Palestina merdeka adalah harga mati. Dan selama Al-Aqsha masih terjajah, kita tidak akan pernah berhenti bersuara,” tutup beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *